News Update :

Hot News

Laptop

Sport

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Penyakit Utama Tanaman Nenas/nanas


Penyakit Utama Tanaman Nenas/nanas
Layu buah atau penyakit getah (Erwinia chrysanthemi). Penyakit di atas menyerang kultivar Singapura-Spanish dan Masmerah di Malaysia. Penyakit tumbuh menyerang buah nenas/nanas beberapa minggu sebelum matang yang menyebabkan buah mengeluarkan banyak cairan dan gas, sehingga penyakit ini belum dapat dikendalikan secara langsung. Pengendalian secara tidak langsung dilakukan dengan mengendalikan semut yang menyebarkan bakteri di atas. Berbagai pestisida seperti jenis heptaklor dapat mengendalikan semut tersebut. Nenas/nanas Smooth Cayenne tahan terhadap penyakit ini.
Busuk Hati (bacterial heart rot). Penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri Erwinia chrysanthemi. Penyakit ini menyerang pangkal daun muda pada tanaman yang berumur 3-6 bulan dan menyebabkan pembusukan pada bagian tengah tajuk. Nenas/nanas Smooth Cayenne dan Queen resisten terhadap penyakit ini.
Busuk Tengah. Penyakit ini gejalanya mirip dengan busuk hati, tetapi penyebabnya adalah jamur Phytophthora cinnamomi atau P. parasitica. Penyakit ini banyak menyerang tanaman nenas/nanas di Thailand dan Philipina.
Penyakit Marmer (Marbling diseases). Penyebabnya adalah bakteri Erwinia ananas. Penyakit ini banyak menyerang tanaman nenas/nanas di Thailand.
Kutu Bubuk (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tanaman berhenti tumbuh dan membusuk dan tanaman menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Nenas/nanas Smooth Cayenne tidak tahan terhadap kutu ini. Pestisida diazinon dan malathion dapat membantu mengurangi serangan kutu ini. (Selamat, 1996)
Share on :

Teknik Pemeliharaan Tanaman Kopi dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi

 Dalam rangka mencapai pertumbuhan dan produktivitas yang optimal, maka perlu dilakukan pemangkasan (prunning). Pemangkasan tanaman kopi pada dasarnya ada dua sistem, yaitu pemangkasan batang tunggal (single stem) dan pemangkasan batang ganda (multiple stem). Perbedaan pokok pada sistem tersebut adalah pada banyaknya batang yang diperlihara dan cara penyediaan cabang-cabang buah baru. Baik pada sistem pemangkasan batang tunggal maupun pemangkasan batang ganda dilakukan tiga tahap pemangkasan, yaitu

pemangkasan bentuk, yang bertujuan membentuk kerangka tajuk tanaman yang kuat dan seimbang;
pemangkasan pemeliharaan/produksi, yang bertujuan mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh pemangkasan bentuk; dan
pemangkasan peremajaan, yang bertujuan mempermuda batang.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis hama utama yang menyerang tanaman kopi. Pada fase pertumbuhan vegetatif hama yang menyerang yaitu penggerek cabang, kutu putih (kutu dompolan), kutu hijau, penggerek batang merah dan nematoda.

Penggerek cabang menyerang tanaman sejak di pembibitan sampai tanaman dewasa. Bagian tanaman yang diserang (digerek) yaitu bagian batang dan cabang yang dekat dengan permukaan tanah. Gejala serangan yang timbul yaitu daun pada batang/cabang yang terserang layu dan pada serangan parah mengakibatkan kematian. Cara pengendalian hama ini dilakukan dengan memotong cabang-cabang yang terserang, sedangkan pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan toleransi tanaman melalui pemupukan berimbang, menjaga pertanaman tidak terlalu lembab dan menghilangkan tanaman inang lainnya.

Kutu putih menyerang pucuk tanaman dan daun cabang muda hanya apabila populasinya tinggi. Hama ini terutama menyerang bunga dan buah kopi sehingga disebut kutu dompolan. Pengendalian dapat dilakukan secara kultur teknis melalui pengaturan naungan dan penanaman tanaman kopi yang resisten; secara biologis dengan melepaskan serangga predator; dan secara kimia dengan menyemprotkan insektisida dengan konsentrasi 0,2 persen.

Kutu hijau menyerang seluruh bagian tanaman kopi yang muda, yaitu daun, cabang dan batang yang masih muda. Gejala yang timbul akibat serangan hama ini yaitu bagian yang terserang menjadi kuning akhirnya mengering, tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan tunas-tunas batang dan cabang menjadi pendek dan tidak sehat. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kultur teknis melalui peningkatan pertumbuhan tanaman dan menjaga kelembaban dengan pengaturan tanaman pelindung; secara biologis dengan menggunakan predator; dan secara kimia dengan menggunakan insektisida.

Penggerek batang merah menyerang batang dan cabang tanaman kopi muda. Akibatnya cabang atau batang di atas bagian yang digerek mati dan mudah patah. Pengendaliannya dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan tanaman serta memotong dan memusnahkan bagian yang terserang.

Nematoda utama yang menimbulkan kerusakan pada tanaman kopi, yaitu Pratylenchus coffeae nematoda ini menyerang akar. Gejala umum dari serangan nematoda ini adalah akar bibit membusuk, kerdil, daun menguning, dan akhirnya mati. Pada pertanaman, daun-daun menguning, cabang primer kurang berkembang dan pucuk tanaman mengalami stagnasi. Daun layu secara perlahan-lahan, tanaman merana dan akhirnya tanaman akan mati. Pengendalian dilakukan dengan cara menggunakan lahan yang bebas nematoda, melakukan fumigasi pada media tumbuh untuk bibit, menanam varietas/klon yang resisten, dan meningkatkan daya tahan tanaman dengan pemeliharaan yang intensif.

Penyakit penting pada tanaman kopi antara lain penyakit karat daun, penyakit busuk batang dan cabang, penyakit jamur upas dan penyakit bercak daun. Penyakit karat daun menyerang tanaman kopi terutama dari jenis Arabika yang ditanam pada ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Penyakit ini terutama menyerang daun dengan gejala daun bercak kuning muda dengan garis tengah 2 – 4 mm kemudian meluas, bentuknya tidak teratur dan warnanya semakin tua. Akhirnya warna daun menjadi kecoklatan atau hitam seperti karat. Serangan ini menyebabkan daun-daun berguguran sehingga tanaman menjadi gundul, pucuk-pucuk pada cabang mati dan akhirnya tanaman mati secara keseluruhan. Pengendalian penyakit ini antara lain dengan menanam varietas yang resisten, dengan menggunakan fungisida dan peningkatan daya tahan tanaman melalui pemeliharaan yang intensif.

Pemeliharaan Tanaman Pelindung

Pengaturan tanaman pelindung sangat penting artinya terutama untuk meningkatkan rangsangan pembentukan bunga dan penyelamatan buah kopi. Selama musim hujan cuaca sering berawan, sehingga intensitas cahaya berkurang, karena itu keberadaan mahkota/tajuk tanaman pelindung kurang diperlukan.

Pengaturan tanaman pelindung bertujuan untuk memberikan cukup cahaya matahari, memperlancar peredaran udara dan mengurangi kelembaban udara selama musim hujan. Kegiatan pengaturan tanaman pelindung meliputi beberapa aspek baik cara pengaturannya maupun waktu pelaksanaannya. Cara pengaturan tanaman pelindung dilakukan melalui pemangkasan bentuk, pemangkasan pengaturan dan penjarangan, sedangkan waktu pelaksanaannya bergantung pada keadaan cuaca dan lingkungan tumbuh serta keadaan tanaman.

Pemeliharaan Jalan Produksi

Pemeliharaan jalan produksi sebaiknya dilakukan secara berkala, untuk memperlancar proses pengangkutan hasil panen baik dari kebun ke tempat penampungan hasil (TPH) maupun dari TPH ke pabrik emplasemen. Pemeliharaan jalan produksi meliputi pengerasan dan penimbunan jalan, pengendalian gulma dan pendalaman saluran-saluran pembuangan air di sepanjang jalan. Ukuran, letak dan panjang jalan ditentukan oleh ukuran, lokasi dan topografi kebun. Kebun rakyat umumnya tidak memerlukan jalan yang khusus karena luasnya yang relatif kecil.
Share on :

Pertanian

Football News

 

© Copyright Desa Pesantren 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.